Jabal Rahmah (Gunung Kasih Sayang)

Bukit yang menjadi saksi dipertemukannya kembali Nabi Adam dan Siti Hawa, setelah 200 tahun terpisah sejak terusirnya mereka dari Surga.

Selesai Sa'i Ber Do’a di Bukit MARWAH

Shafa dan Marwah berjarak sekitar 450 M, menjadi salah satu dari rukun haji dan umrah. Tidak sah Haji dan Umrah seseorang jika tidak melakukan sa’i antara Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali.

City Tour ke Jabal Tsur

Di atas Jabal Tsur terdapat sebuah gua, gua tersebut, tertutup dengan sarang laba-laba, dan nampak burung merpati yang sedang bertelur di sarangnya. Padahal Rasulullah SAW bersama Abu Bakar Ashiddiq sedang berlindung di gunung tersebut (Gua Tsur) waktu hendak hijrah ke Madinah menghindari kejaran kafir Quraisy.

Jabal Uhud (Bukut Uhud)

Dilembah bukit Uhud terdapat makam 70 orang syuhada, antara lain Hamzah bin Abdul Muthalib paman Nabi Muhammad SAW.

UMRAH Plus PALESTINA

Peserta fotho bersama dengan Imam Besar Masjid Al Aqsa, sebelum meninggalkan Palestina menuju Makkah Arab Saudi Guna Melaksanakan Ibadah Umroh

Tour EROPA TIMUR

Rombongan BUPATI POLMAN SULBAR, menunjungi beberapa Negara dlm rangkaian Tour ke Eropa Timur, diantaranya : Turki,Italia,Swiz,Jerman,Belanda, dan Belgia.

Gunung Magnet alias Jabal Magnet

Nama Jabal Magnet adalah pemberian dari jamaah asal Indonesia. Orang-orang Arab sendiri menyebut tempat tersebut dengan nama Mantiqotul Baido atau Tanah Putih.

City Tour Kota Madinah

Dalam city tour ini jamaah Umroh diajak mengunjungi Kebun Kurma. Jamaah dapat menikmati buah kurma yang baru dipetik, minum teh khas arab dan berbelanja kurma untuk oleh oleh.

Executive Lounge Bandara Internasional Soekarno Hatta

Calon Jamaah Umrah “Taufiqah Tour” beristirahat di Lounge Bandara Internasional Soekarno Hatta menunggu keberangkatan menuju Arab Saudi dengan pesawat Emyrat.

Tips Mencium Hajar Aswad

Kendati hanya merupakan kegiatan sunnat, mencium Hajar Aswad, sebuah batu hitam di pojok Ka’bah merupakan 'kebanggaan' tersendiri. Setiap jamaah haji atau umrah selalu mengidam-idamkan mencium batu yang sering dicium Rasulullah SAW tersebut.


Sering terjadi para jamaah haji di waktu bulan-bulan haji dan jamaah umrah di bulan Romadlan kesusahan mencium Hajar Aswad karena ramai dan penuh sesak dengan jamaah lain yang juga punya hajat untuk mencium Hajar Aswad, tak jarang sebagian dari jamaah setelah keinginannya tidak kesampaian karena fisik kita orang Indonesia kecil-kecil yang kalah dengan fisik jamaah negara lain yang tinggi-tinggi dan besar, maka sebagian mereka mengambil inisiatif dengan membayar beberapa joki disekitar mesjidil-haram, bahkan sebagian dikerjain oleh banyak joki, setelah selesai mereka dimintai upah yang sangat banyak tanpa perjanjian sebelumnya.

Sesungguhnya walau fisik kita kecil dan tanpa perantaraan joki, kitapun bisa mencium hajar aswad dengan sempurna tanpa pula menyakiti orang lain. Maka beberapa teori praktis dibawah ini dengan pengalaman kami yang kami praktekkan pada waktu jamaah ramai ataupun sepi adalah:

  1. Niatlah dengan tulus ikhlas mencium Hajar Aswad karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Berpakaianlah yang rapi sopan dan tanpa membawa HP, camera dan barang berharga lainnya.
  2. Jangan digabung pelaksanaan umrah dengan tujuan mencium hajar aswad, hendaklah di buat program tersendiri di hari yang lain
  3. Berangkat dari maktab atau hotel dengan penuh keyakinan dan pertolongan Allah "Insya Allah" pasti bisa.
  4. Berdoalah masuk Masjid al-Haram dengan penuh tawadhu'.
  5. Berdoalah ketika melihat Ka'bah dengan penuh harap.
  6. Sebisa mungkin menghormati masjid dengan cara tawaf, lalu sholat sunnat tawaf dibelakang maqam Ibrahim.
  7. Setelah sholat sunnat dua rakaat, Berdoalah sebelum mencium hajar aswad didepan multazam (antara pintu ka’bah dengan hajar aswad) mohon kemudahan dalam dalam mencium dengan pakai bahasa hati kita. (Janganlah sholat tepat dibelakang maqam Ibrahim karena tempat itu merupakan lingkaran tawaf sehigga dapat mengganggu jamaah thawaf, sebaiknya dibelakang).
  8. Menujulah ke hajar aswad tanpa memotong jamaah yang lagi thawaf, tapi ikuti arus tawaf dengan sambil mendekati multazam.
  9. Sebaiknya memasuki dari arah pintu Ka'bah atau Multazam, sambil berdoa dan beri'tikad untuk tidak menyakiti sesama jamaah walaupun jamaah lain kasar.
  10. Dari arah pintu Ka'bah terus merapat ke dindingnya dan dekat dengan kaki asykar penjagaan, dan jangan sekali-kali dari arah depan hajar aswad, karena bisa terdorong kebelakang oleh jamaah yang habis mencium.
  11. Sambil mendekat ke hajar aswad didepan kaki polisi atau di multazam bertakbirlah sambil nunggu yang di depan kita mencium, peganglah marmer di kaki polisi atau kiswah diatasnya bila dekat dengan hajar aswad agar kita tidak terdorong oleh orang yang didepan kita.
  12. Dengan cara memiringkan badan ketika ngantri itu lebih baik, posisi badan menghadap multazam terus bahu sebelah kiri gerakkan menuju ke hajar aswad dan posisi tangan tetap memegang marmer pelindung kaki polisi dan kemudian ketika hendak mencium peganglah erat-erat ujung kiswah dekat hajar aswad.
  13. Tanpa mengangkat suara berdoalah selalu, dan ketika mencium ucapkan "Bismillahi Allahu Akbar". Setelah mencium usaplah sekali hajar aswad dengan tangan kanan sambil membaca"Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma iimanan bika wa tashdiqon bikitabika wa sunnati nabiyyika" (Dengan menyebut asma Allah, dan Allah Maha Besar, Ya Allah dengan iman kepada-Mu dan membenarkan kitab-Mu dan sunnah-Nabi-Mu). Ketika mencium jangan terlalu lama biar tidak dimarahi oleh polisi dan jamaah yang nunggu, cukup sekali kecutan saja.
  14. Setelah mencium dan mengusap, biar kita tidak terjepit dan tidak terinjak oleh jamaah lain, dan posisi kita masih didepan hajar aswad mau keluar, maka angkatlah kaki kanan aja letakkan di atas syadarwan atau pondasi ka'bah yang miring dibawah hajar aswad, ini tujuan untuk menghimpun tenaga keluar dari desakan jamaah, dengan menekankan kaki ke syadarwan maka kita bisa keluar dengan bantuan tenaga kaki pula selain badan.
  15. Keluar pelan-pelan tanpa menyakiti jamaah yang lain, kalau tidak sengaja menyakiti bilang "maalis/sorry/maaf" sambil memegang pundaknya, lalu setelah kita keluar banyaklah baca shalawat lalu usapan tangan tadi di Hajar Aswad, maka ciumlah. Ketika mau keluar dari lingkaran thawaf janganlah sekali-kali memotong barisan tawaf, karena hal ini menghambat laju tawaf
  16. Tidak disunnatkan mencium bagi ibu-ibu kecuali bila sepi dari orang-orang thawaf, yang demikian karena ada bahaya bagi mereka dan bahaya bagi kaum laki-laki. 
  17. Setengah jam sebelum adzan waktu shalat biasanya terlarang untuk ibu-ibu tawaf dan mencium, maka sedikit leluasa laki-laki menciumnya.
  18. Setelah mencium Hajar Aswad bersyukulah banyak-banyak.

Inilah pengalaman kami semoga bermanfaat, banyak cara teori mencium hajar aswad, mungkin anda punya cara lain, silahkan dikomentari dan berbagi pengalaman......... “Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza” ..........

Haji Ifrad

Haji Ifrad
Pelaksanaan:
a. Ihram dari miqat untuk Haji
b. Ihram lagi dari miqat untuk Umroh
c. Tidak membayar Dam

Yaitu Melaksanakan secara terpisah antara haji dan umrah, dimana masing-masing dikerjakan tersendiri, dalam waktu berbeda tetapi tetap dilakukan dalam satu musim haji.

Pelaksanaan ibadah Haji dilakukan terlebih dahulu selanjutnya melakukan Umrah dalam satu musim haji atau waktu haji.
Dibatas miqat sebelum memasuki Mekah jemaah haji harus sudah memakai pakaian ihram serta niat untuk melaksanakan "Ibadah Haji" sekaligus "Ibadah Umrah".

Jama'ah harus tetap berpakaian ihram sampai selesai melaksanakan kedua ibadah tersebut yaitu sejak tiba di Mekah sampai lepas hari Arafah 9 Zulhijah.

Selama memakai pakaian ihram segala larangan harus ditaati dan jema'ah yang memilih haji ifrad disunatkan melakukan Tawaf Qudum, yaitu tawaf sunat saat baru tiba di Mekah.
Haji Ifrad memang paling berat tetapi juga paling tinggi kualitasnya karena itu yang melaksanakan Haji Ifrad tidak dikenakan Dam atau denda

Persiapan Pelaksanaan Haji Ifrad

Miqat Ditanah Air.

Bagi yang memilih miqat ditanah air hendaknya melakukan persiapan ihram untuk haji sabagai berikut :
a. Memotong Kuku.
b. Memotong rambut secukupnya
c. Mandi sunnat ihram.
d. Memakai wangi-wangian
e. Memakai pakaian ihram.

Miqat Di Saudi
Jama'ah haji yang datang ketanah suci lebih awal biasanya akan berangkat duluan ke Madinah. Nanti mendekati "Hari Arafah" 9 Zulhijah baru menuju Mekah.

Miqat dilaksanakan ditanah suci yaitu disalah satu tempat. Ditempat Miqat ini jama'ah melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Shalat sunnah ihram 2 rakaat, jika mungkin.
b. Berniat Haji : Labbaika Allahumma' Hajjan
c. Diperjalanan ke Mekah banyak-banyak membaca:

"Talbiah":
لَبَّيْكَ اللَّـهُمَّ لَبَّيْكَ, لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, إِنَّ الحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَك
"Labaika Allohumma labaiik, Labaika laa syariikalaka labaiik, Innalhamda wanni’mata laka wal mulk laa  syariikalak”

Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milikmu, tidak ada sekutu bagi-Mu."

Tiba di Mekah jama'ah akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, selama di mekah jema'ah melakukan kegiatan sebagai berikut:
  1. Melakukan Tawaf Qudum (Tawaf sunnat waktu baru tiba di Mekah).
  2. Setelah Tawaf boleh langsung Sa'i tetapi tidak boleh tahallul karena Jema'ah haji ifrad boleh tahallul nanti setelah Tawaf dan Sa'i haji dilaksanakan.

Pelaksanaan Umrah Ifrad
Setelah melaksanakan "Ibadah Haji" jema'ah harus bersiap lagi untuk melaksanakan "Ibadah Umrah". Persiapan ihram dilakukan dipenginapan di Mekah, dan Miqatnya di Tan'im atau Ji'ranah.

Rincian Ibadah Umrah untuk Haji Ifrad adalah sebagai berikut :
1. Melakukan persiapan ihram:

  • Mandi sunnat ihram.
  • Memotong Kuku.
  • Memotong rambut secukupnya.
  • Memakai wangi-wangian.

2. Memakai pakaian ihram,

        Berangkat ke batas Miqat di Tan'im atau Ji'ranah.
        Disini jama'ah melakukan hal-hal sebagai berikut:
        a.  Shalat sunat ihram 2 rakaat
        b.  Melafazkan niat umrah :
لَبَّيْكَ اللَّـهُمَّ عُمْرَةً
Labbaika Allahumma 'Umratan
Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk ber-umrah /  Atau

نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ ِللهِ تَعاَلىَ
Nawaitul-'Umrota wa-ahromtu biha Lillahi Ta'ala
Aku niat Umroh dengan ber-Ihram karena Alloh
        c.  Berangkat ke Mekah dan dalam perjalanan membacaTalbiyah sebanyak-banyaknya.

3. Di Mekah jama'ah melakukan hal-hal sebagai berikut:
        a.  Tawaf Umrah
        b.  Melaksanakan Sa'i
        c.  Tahallul

Dengan selesainya pelaksanaan ibadah Umrah ini, selesai pulalah seluruh rangkaian pelaksanaan Haji Ifrad.

Pelaksanaan Haji Ifrad
  1. Tanggal 8 Dzulhijah (pagi);  Dari mekah berangkat ke Mina atau langsung ke Arafah.
  2. Tanggal 8 Dzulhijah (Siang-malam), Mabit atau menginap di Mina sebelum berangkat ke Arafah, sebagaimana yang dilakukan Rasullulah SAW.
  3. Tanggal 9 Dzulhijah (pagi); Berangkat ke Arafah setelah matahari terbit atau setelah shalat Subuh.
  4. Tanggal 9 Dzulhijah (siang-sore) :   Berdo'a, zikir, tasbih sambil menunggu waktu wukuf (pada tengah hari); Shalat Zuhur dan Ashar di jamak qasar (zuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat) dilaksanakan pada waktu zuhur; Setelah shalat laksanakan wukuf dengan berdo'a, zikir, talbiyah, istiqfar terus menerus setengah hari sampai waktu Maqrib. 
  5. Tanggal 9 Dzulhijah (sore-malam); Setelah matahari terbenam segera berangkat ke Muzdalifah.  Shalat Maqrib dilaksanakan di Muzdalifah di jamak dengan shalat Isya seperti yang dilakukan Rasulullah. 
  6. Tanggal 9 Dzulhijah (malam); Shalat Maqrib dan Isya dijamak ta'khir. Mabit(berhenti sejenak) di Muzdalifah, paling kurang sampai lewat tengah malam, sambil mengumpulkan krikil untuk melontar Jumrah Aqabah. Mengumpulkan 7 butir batu krikil untuk melontar Jumrah Aqabah" besok pagi. Setelah shalat subuh tanggal 10 Zulhijah. 
  7. Tanggal 10 Dzulhijah;  Melontar Jumrah Aqabah 7 kali. Tahallul awal. Lanjutkan ke Mekah untuk melakukan tawaf ifadah, Sa'i dan disunatkan tahallul Qubra. Harus sudah berada kembali di Mina sebelum Magrib. Mabit di Mina, paling tidak sampai lewat tengah malam. 
  8. Tanggal 11 Dzulhijah;  Melontar Jumrah Ula Wusta dan Aqabah masing-masing 7 kali. Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum Maqrib sampai lewat tengah malam.
  9. Tanggal 12 Dzulhijah; Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah waktu subuh masing-masing 7 kali. Bagi yang Nafar awal, kembali Mekah sebelum maqrib, lanjutkan dengan tawaf ifadah dan Sa'i serta Tahallul Qubra bagi yang belum. Bagi yang Nafar Tsani, mabit di Mina.
  10. Tanggal 13 Dzulhijah pagi,  Bagi yang Nafar Tsani; Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing-masing 7 kali.
  11. Tanggal 13 Dzulhijah (siang-malam);  Tawaf ifadah, Sa'i dan Tahallul Qubra bagi yang belum. Bagi yang sudah melakukan Sa'i sesudah tawaf Qudum (ketika baru tiba di Mekah) tidak perlu Sa'i langsung saja melakukan Tahallul. Ibadah Haji selesai.

Thahallul

Cara Tahallul dan do'a Tahallul


Pengertian "Tahallul" adalah: menghalalkan kembali apa-apa yang tadinya dilarang ketika masih dalam keadaan ihram.
Tahallul ada dua macam;
 
   Tahallul pertama (Tahallul Awal)
   Tahallul kedua (Tahallul Tsani)

Tahallul Awal adalah:
Melakukan pemotongan rambut baik secara keseluruhan atau hanya sebagianm walau hanya sepanjang 2 inci oleh Syafi'i, setelah melakukan dua rukun ditambah satu wajib haji. Jadi setelah melakukan ihram (rukun 1) lalu wukuf (rukun 2), dilanjutkan dengan melempar Jamrah Aqabah, sesorang haji telah diperbolehkan untuk melakukan Tahallul Awal. Orang yang telah melakukan tahallul Awal, telah bebas dari beberapa larangan-larangan ihram, kecuali hubungan suami isteri (jima').

Tahallul Tsani adalah:
Jika semua rangkaian rukun haji telah dilakukan, termasuk thawaf ifadhah dan Sai' haji. Tahallul kedua tidak dilakukan pemotongan, melainkan jatuh dengan sendirinya jika kedua hal di atas telah dilakukan. Setelah tahallul kedua jatuh, semua larangan ihram boleh dilakukan kembali, termasuk hubungan suami isteri.

Cara bertahallul:

Untuk laki-laki, afdalnya bercukur sempurna/botak (pada tahalul pertama). Boleh memotong rambut sepanjang sepertiga jari bagian atas atau kurang dari itu. Untuk perempuan hanya boleh memotong sebagian rambut, dengan mengumpulkan rambutnya kemudian memotongnya sepanjang satu ruas jari.

Do’a Menggunting Rambut

اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا أَنْعَمَنَابِهِ عَلَيْهَا. اَللَّهُمَّ هَذِهِ نَاصِيَتِي فَتَقَبَّلْ مِنِّي وَاغْفِرْ ذُنُوْبِى اَللََّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِيْنَ وَاْلمَقْصُوْرِيْنَ يَاوَاسِعَ الْمَغْفِرَةٍ اَللَّهُمَّ اثْبُتْ لِى بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةً وَامْحُ عَنِّي بِهَا سَيِّئَةً. وَارْفَعْ لِىْ بِهَا عِنْدَكَ دَرَجَةً


Do’a Selesai Menggunting Rambut


اَلْحَمْدُ للهِ الَّدِى قَضَى عَنَا مَنَاسِكَنَا. اَللَّهُمَّ زِدْنَا اِيْمَانَا وَيَقِيْنَا وَعَوْنَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ

Selesai sudah bertahallul.

Haji Qiran

Pengertian Haji Qiran

Haji Qiran Yaitu: Melaksanakan Ibadah  Haji dan Umrah secara bersamaan, dengan demikian prosesi tawaf, Sa'i dan tahallul untuk Haji dan Umrah dilakukan satu kali atau sekaligus. Karena kemudahan itulah Jema'ah dikenakan "Dam" atau denda. yaitu menyembelih seekor kambing atau bila tidak mampu dapat berpuasa 10 hari. Bagi yang melaksanakan Haji Qiran disunnatkan melakukan tawaf Qudum saat baru tiba di Mekah.

Miqat bagi jema'ah yang berada di Madinah ialah Bir Ali (Zulhulaifah). Sedangkan bagi jema'ah yang sudah berada di Mekah miqatnya dapat dilakukan di Tan'im atau Ji'ranah. yang datang ke Mekah pada hari yang mepet ke tanggal 9 Zulhijah, Miqatnya dapat dilakukan diatas pesawat saat melintas daerah miqat.

PELAKSANAAN HAJI QIRAN 
MIQAT DITANAH AIR

Bagi yang memilih miqat ditanah air hendaknya melakukan persiapan ihram untuk haji sabagai berikut:
  • Memotong Kuku.
  • Memotong rambut secukupnya. 
  • Mandi sunnat ihram.
  • Memakai wangi-wangian.
  • Memakai pakaian ihram.
MIQAT di Saudi
Jama'ah haji yang datang ketanah suci lebih awal biasanya akan berangkat duluan ke Madinah. Nanti mendekati "Hari Arafah" 9 DZulhijah baru menuju Mekah. Miqat dilaksanakan ditanah suci yaitu disalah satu tempat. Ditempat Miqat ini jama'ah melakukan hal-hal sebagai berikut :  
  1. Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.
  2. Berniat Haji : Labbaika Allahumma' Hajjan.
  3. Diperjalanan ke Mekah banyak-banyak membaca :
"Talbiah" 
لَبَّيْكَ اللَّـهُمَّ لَبَّيْكَ, لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, إِنَّ الحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَك 
Labaika Allohumma labaiik, Labaika laa syariikalaka labaiik, Innalhamda wanni’mata laka wal mulk laa  syariikalak”

Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milikmu, tidak ada sekutu bagi-Mu."   
Melakukan Tawaf Qudum (Tawaf sunnat waktu baru tiba  di Mekah). Boleh langsung Sa'i Setelah Tawaf Qudum, atau boleh juga sesudah tawaf Ifadah. Jika melakukan Sa'i tidak boleh langsung bertahallul, sampai selesai seluruh kegiatan Ibadah Haji.

    Sesudah tawaf Qudum dan Sa'i jama'ah menunggu waktu pelaksanaan haji yang dimulai tanggal 8 Zulhijah. Dalam waktu menunggu pelaksanaan haji itu, jama'ah Haji Qiran harus tetap mengenakan pakaian Ihram, dan mematuhi semua larangan yang berkenaan dengan ihram.


    PELAKSANAAN HAJI QIRAN 
    1. Tanggal 8 Dzulhijah (pagi), Dari mekah berangkat ke Mina atau langsung ke Arafah.
    2. Tanggal 8 Dzulhijah (Siang-malam Mabit atau menginap di Mina sebelum berangkat ke Arafah, sebagaimana yang dilakukan Rasullulah SAW.
    3. Tanggal 9 Dzulhijah (pagi) Berangkat ke Arafah setelah matahari terbit atau setelah shalat Subuh.
    4. Tanggal 9 Dzulhijah siang-sore: Berdo'a, zikir, tasbih sambil menunggu waktu wukuf pada tengah hari.  Shalat Zuhur dan Ashar di jamak qasar (zuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat) dilaksanakan pada waktu zuhur. Setelah shalat laksanakan wukuf dengan berdo'a, zikir, talbiyah, istiqfar terus menerus setengah hari sampai waktu Maqrib. 
    5. Tanggal 9 Dzulhijah (sore-malam), Setelah matahari terbenam segera berangkat ke Muzdalifah. Shalat Maqrib dilaksanakan di Muzdalifah di jamak dengan shalat Isya seperti yang dilakukan Rasulullah.
    6. Tanggal 9 Dzulhijah (malam): Shalat Maqrib dan Isya dijamak ta'khir.  Mabit berhenti sejenak di Muzdalifah, paling kurang sampai lewat tengah malam. sambil mengumpulkan krikil untuk melontar Jumrah Aqabah.  Mengumpulkan 7 butir batu krikil untuk melontar "Jumrah Aqabah" besaok pagi. Setelah shalat subuh tanggal 10 Zulhijah 
    7. Tanggal 10 Dzulhijah, : Melontar Jumrah Aqabah 7 kali.  Tahallul awal.  Lanjutkan ke Mekah untuk melakukan tawaf ifadah, Sa'i dan disunatkan tahallul Qubra.  Harus sudah berada kembali di Mina sebelum Magrib.  Mabit di Mina, paling tidak sampai lewat tengah malam.
    8. Tanggal 11 Dzulhijah : Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing - masing 7 kali.  Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum Maqrib sampai lewat tengah malam. 
    9. Tanggal 12 Dzulhijah, : Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah waktu subuh masing - masing 7 kali.  Bagi yang Nafar awal, kembali ke Mekah sebelum maqrib, lanjutkan dengan tawaf ifadah dan Sa'i serta Tahallul Qubra bagi yang belum.  Bagi yang Nafar Tsani, mabit di Mina.
    10. Tanggal 13 Dzulhijah (pagi), Bagi yang Nafar Tsani:  Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing-masing 7 kali.
    11. Tanggal 13 Dzulhijah (siang-malam), : Tawaf ifadah, Sa'i dan Tahallul Qubra bagi yang belum. Bagi yang sudah melakukan Sa'i sesudah tawaf Qudum (ketika baru tiba di Mekah) tidak perlu Sa'i langsung saja melakukan Tahallul. 
                   Ibadah Haji dan umrah selesai. 

     
    UMROH HEMAT 2016 U$D.2.000 BERANGKAT MARET 2016