Jabal Rahmah (Gunung Kasih Sayang)

Bukit yang menjadi saksi dipertemukannya kembali Nabi Adam dan Siti Hawa, setelah 200 tahun terpisah sejak terusirnya mereka dari Surga.

Selesai Sa'i Ber Do’a di Bukit MARWAH

Shafa dan Marwah berjarak sekitar 450 M, menjadi salah satu dari rukun haji dan umrah. Tidak sah Haji dan Umrah seseorang jika tidak melakukan sa’i antara Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali.

City Tour ke Jabal Tsur

Di atas Jabal Tsur terdapat sebuah gua, gua tersebut, tertutup dengan sarang laba-laba, dan nampak burung merpati yang sedang bertelur di sarangnya. Padahal Rasulullah SAW bersama Abu Bakar Ashiddiq sedang berlindung di gunung tersebut (Gua Tsur) waktu hendak hijrah ke Madinah menghindari kejaran kafir Quraisy.

Jabal Uhud (Bukut Uhud)

Dilembah bukit Uhud terdapat makam 70 orang syuhada, antara lain Hamzah bin Abdul Muthalib paman Nabi Muhammad SAW.

UMRAH Plus PALESTINA

Peserta fotho bersama dengan Imam Besar Masjid Al Aqsa, sebelum meninggalkan Palestina menuju Makkah Arab Saudi Guna Melaksanakan Ibadah Umroh

Tour EROPA TIMUR

Rombongan BUPATI POLMAN SULBAR, menunjungi beberapa Negara dlm rangkaian Tour ke Eropa Timur, diantaranya : Turki,Italia,Swiz,Jerman,Belanda, dan Belgia.

Gunung Magnet alias Jabal Magnet

Nama Jabal Magnet adalah pemberian dari jamaah asal Indonesia. Orang-orang Arab sendiri menyebut tempat tersebut dengan nama Mantiqotul Baido atau Tanah Putih.

City Tour Kota Madinah

Dalam city tour ini jamaah Umroh diajak mengunjungi Kebun Kurma. Jamaah dapat menikmati buah kurma yang baru dipetik, minum teh khas arab dan berbelanja kurma untuk oleh oleh.

Executive Lounge Bandara Internasional Soekarno Hatta

Calon Jamaah Umrah “Taufiqah Tour” beristirahat di Lounge Bandara Internasional Soekarno Hatta menunggu keberangkatan menuju Arab Saudi dengan pesawat Emyrat.

ZIARAH KE KUBURAN NABI MUHAMMAD SAW.DAN  PARA SAHABAT

TATA CARA  ZIARAH KE KUBURAN NABI MUHAMMAD SAW DAN  PARA SAHABAT DI MADINAH

Saat menziarahi kuburan Rosulullah ucapkan salam dengan penuh adab dan suara lembut:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalaamu ‘alaika ya Rosulullah  warohmatullahi wabarokaatuh
“Salam untukmu, Rosulullah, dan rahmat serta berkah Allah juga buatmu”.

Rosulullah Saw. Bersabda: 
مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلاَّ رَدَّ اللهُ عَلَيَّ رُوْحِي حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ
“Tidak ada seorang Muslim pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan ruhku hingga aku dapat menjawab salamnya”. (HR. Ahmad & Abu Dawud).

Kemudian bergerak kesisi kanan sedikit untuk memberi salam kepada Abu Bakar:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا أَبَا بَكْرٍ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalaamu ‘alaika ya Abaa Bakr  warohmatullahi wabarokaatuh
“Salam untukmu, ya Abu Bakar, dan rahmat serta berkah Allah juga buatmu”.

 Lalu bergerak sedikit lagi kekanan untuk member salam kepada Umar Bin Khotob:
السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا عُمَرَ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalaamu ‘alaika ya Umar  warohmatullahi wabarokaatuh
“Salam untukmu, ya Umar, dan rahmat serta berkah Allah juga buatmu”.

Ziarah Kepekuburan Baqi
Disunnahkan berziarah ke makam Baqi, tempat di kuburkannya keluarga Rosulullah saw. Termasuk diantaranya para istri Rosulullah saw.: Aisyah, Ummi Salamah, Juwairiyah, Zainab, Hapsah dan Mariyah Qibtiayah, serta Putra-Putri Rosulullah saw.: Ibrahim, Fatimah, Zainab, Ummi Kulsum, Termasuk yang dimakamkan di baqi Halimatus Sa’diyah ibu susuan Rosulullah Saw. Uthman bin Affan ra. dan juga para Syuhada Perang ’Uhud.

Ucapkanlah salam dan berdoalah untuk mereka, karena Rosulullah saw. pernah menziarahi mereka dan berdo’a untuk mereka, dan Beliau mengajari para sahabat apabila mereka berziarah agar mengucapkan :
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ العَافِيَةَ
“Assalamu 'alaikum ahlad diyaar Minal mu'miniin wal muslimiin wa ina insya Allah bikum laahiquun nas'alullaha lana wa lakum al'afiah”,
artinya :“Semoga salam sejahtera terlimpahkan untuk kamu sekalian, wahai para penghuni kubur yang mukmin dan muslim, dan kamipun insya Allah akan menyusul kamu sekalian, semoga Allah mengaruniai keselamatan untuk kami dan kamu sekalian“.

TIPS KETIKA BERADA DI ARAB SAUDI

A.  Persiapan Keuangan  Untuk Berangkat Ke Tanah Suci
Jama’ah calon umroh atau haji terkadang sebelum berangkat ke Arab Saudi sering bertanya-tanya bagaimana persiapan keuangan yang harus kita bawa apakah harus membawa real atau dollar amerika atau rupiah.

Untuk berbelanja di Arab Saudi memang menggunakan Real Saudi, namun bagi para calon jama’ah umroh atau haji yang memiliki uang Real yang dibawa hanya sedikit atau sama sekali tidak punya, tetapi hanya punya uang Rupiah maka tidak usah khawatir karena tempat penukaran uang di Arab Saudi cukup banyak dan mudah.

Tempat penukaran uang dikota Madinah dapat kita jumpai dipertokoan sisi jalan utama menuju gerbang utama masjid Nabawi.
Tempat penukaran uang (money changer) dapat kita jumpai di bandara udara Jedah serta beberapa tempat dekat Masjid Al-Harom dan Masjid Nabawi.
Tempat penukaran uang dikota Mekah dapat kita jumpai dipertokoan lantai dasar Hotel Hilton,  Misfalah, Adjiyad, pintu masuk  terminal bis Saptco.

Tanda yang mudah kita kenali dari tempat penukaran uang ini adalah banyak gambar-gambar uang ditempel di dinding tokonya dan biasanya ada tulisan Money Changer, Penukaran Uang. Cara menukarnyapun cukup mudah, kita tinggal menyodorkan uang yang kita miliki rupiah atau dollar Amerika maka ia langsung akan menukarnya dengan real Saudi.

Bagi jama’ah yang membawa uang tunai rupiah atau real terbatas tetapi membawa ATM maka tidak usah khawatir karena kita dapat menarik uang tunai di beberapa tempat ATM Arab Saudi baik di Jeddah, Mekah atau Madinah, yang terpenting ATM yang kita miliki memiliki tanda-tanda pelayanan ATM yang ada di Arab Saudi seperti Maestro, Cirrus, Visa, Master Card, Plus, Visa Electron dll.  Uang yang kita tarik lewat ATM berbentuk real Saudi, saldo tabungan yang kita miliki akan ditampilkan dilayar kaca ATM berbentuk real Saudi.

ATM di Madinah dapat kita jumpai diantara pertokoan depan halaman utama masjid Nabawi seperti dibawah Taiba Residence, Hilton, Oberoy.

ATM di Mekah dapat kita jumpai diantara pertokoan hotel dekat Masjidilharom, seperti didepan Hilton, As-sofwah (Royal Orchid), Zam-zam Tower.

B.  Penyipanan Uang Saku Jamaah
Demi keamanan uang yang kita miliki sebaiknya penyimpanan uang jangan ditempatkan pada satu tempat saja tapi dibagi pada beberapa tempat: sebagian dikantong baju/celana, sebagian di koper kecil, dan sebagian lainnya ditempat yang lain.  Pasangan suami istri sebaiknya masing-masing memegang uangnya sendiri-sendiri, jangan sampai uangnya hanya dipegang oleh salah satu dari pasangannya. Pengaturan penyimpanan uang seperti ini agar jika terjadi pencurian atau kehilangan tidak hilang semuanya.

C.  Menhubungi Keluarga Ditanah Air

1.  Tata Cara menelpon Dari Arab Saudi ke Indonesia
Untuk berkomunikasi selama di Arab Saudi sebaiknya menggunakan Sim Card Arab Saudi untuk mempermudah komunikasi serta penghematan biaya telpon, serta kemudahan untuk pengecekan dan penambahan pulsa. Jika menggunakan sim card Indonesia biasanya terkena biaya ganda karena roaming dan agak sulit untuk mengecek pulsa serta penambahannya. 

Untuk membeli sim card atau pulsa di Arab Saudi sama seperti di indonesia sangat mudah, banyak toko-toko yang menjualnya terutama toko-toko hand phone.

Untuk diMadinah biasanya yang menjual sim card atau pulsa itu banyak disisi jalan utama menuju gerbang utama Masjid Nabawi. Penjualnya ada toko resmi dari perusahaan telekomunikasi Arab Saudi seperti Mobily, STC dll. disamping itu ada juga yang menjualnya dipinggir jalan biasanya anak-anak muda yang duduk dan dihadapannya ada sebuah kotak kecil yang terbuat dari kaca  berisi berbagai sim card. Harganya relative murah kisaran 40-60 real tergantung isi pulsanya.

2.  Cara menelpon ke Indonesia:
Cara menelpon ke nomor Hp. Indonesia  misalkan ke No. 0812 23242526. Ketik +62 kemudian nomor yang dituju dengan menghilangkan angka 0 yg pertama sehingga jadinya:  +62812 23242526
Cara menelpon ke tlp. Rumah Indonesia: Ketik +62 kemudian kode daerah dgn menghapus angka 0 pertama kemudian ketik no. Rumah. Contoh: 0411-3615 714 =  +62 3615 714 

D.  Agar Tidak Kesasar ketika ditanah Suci
  1. Hapalkan atau catat alamat lokasi hotel/pemondokan bila perlu minta kartu alamat hotel ke Resepsionis hotel.
  2. Perhatikan tanda-tanda khusus yang mudah dikenali disekitar hotel/pemondokan sehingga mudah untuk bertanya pada saat kembali.
  3. Usahakan pergi dengan orang yang tahu jalan, minimal 2 orang.
  4. Bawa selalu tanda pengenal, baik gelang haji atau bukti lainnya.
  5. Jangan melamun, pikiran tetap harus waspada dengan keadaan dan lingkungan, waspadalah.....!


E.  Tips Naik Kendaraan Umum / Taxi di Arab Saudi
  1. Sebaiknya bepergian minimal 2 orang atau lebih baik lagi bila bersama rombongan.
  2. Sebelum naik kendaraan umum/taxi tanya dulu supirnya berapa ongkos menuju tempat yang akan dituju.
  3. Jangan naik/turun dari kendaraan umum di tempat sepi.
  4. Bila bersama pasangan, usahakan suami naik telebih dahulu kedalam mobil dan turun paling akhir.

TIPS Menjaga Kesehatan Selama di Tanah Suci

Menjaga Kesehatan Selama di Tanah Suci

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. (QS. Al-Imran: 97)

Ibadah haji dilaksanakan dalam jangka waktu yang cukup lama, disaat tertentu dan di tempat yang mempunyai situasi/kondisi yang jauh berbeda dengan Indonesia diperlukan persiapan yang baik.
Kondisi alam dan iklim Arab Saudi mempunyai perubahan suhu dan kelembaban yang sangat berbeda dengan Indonesia. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan dimana salah satu yang sangat terpengaruh adalah kulit. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa hal mengenai perawatan kulit agar sekembali dari tanah suci kondisi kulit tetap cantik dan sehat.

A. Kondisi Alam Arab Saudi
    Musim di Arab Saudi:
  • November – Februari  Musim dingin 4°C – 28°C
  • Maret – Mei  Musim sedang 28°C – 32°C
  • Juni – Agustus  Musim Panas 32°C – 50°C
  • September – Oktober  Musim sedang 28°C – 32°C
Pada musim dingin suhu bisa turun sampai 4°C pada malam hari, udara kering (kelembaban 30%), pada siang hari matahari bersinar terang, angin kencang berdebu. Pada Musim panas pada siang hari suhu bisa mencapai 50°C sinar matahari sangat menyengat dan menyilaukan mata. Dengan kondisi alam seperti ini, beberapa kelainan kulit yang sering terjadi biasanya adalah:
  • Kulit terbakar
  • Kulit pecah-pecah
  • Kulit kering
  • Hiperpigmentasi
  • Kulit gatal
Untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal tersebut diatas, maka perlu diperhatikan:

1. Pakaian dan perlengkapan
Kondisi udara yang dingin dan kering dengan sinar matahari yang terik pada siang hari, maka dianjurkan:
  • Tutup sebanyak mungkin permukaan kulit atau badan. Busana muslim berwarna putih memang paling cocok untuk kondisi ini karena warna putih bisa menyerap panas. Gunanya agar penguapan dikurangi seminimal mungkin, permukaan kulit tidak terbakar sinar matahari, dan memberi kehangatan pada malam hari.
  • Gunakan kaos kaki. Kaos kaki akan sangat bermanfaat mencegah terjadinya pecah-pecah pada tumit yang akan dapat mengganggu aktifitas kita. Menggunakan sandal dengan bahan alas yang lembut juga akan lebih membantu karena telapak kaki tidak menekan dasar yang keras.
  • Gunakan sesuatu yang dapat menutupi kepala seperti topi haji, payung, sajadah atau apa saja pada saat siang hari. Dimana fungsinya selain mengurangi kemungkinan sun stroke juga melindungi kulit wajah tidak terpapar sinar matahari yang akan menyebabkan kulit menjadi gosong.
  • Gunakan masker. Selain sebagai penahan debu dan melembabkan udara, juga melindungi kulit wajah dari kekeringan dan sinar matahari.
  • Pakai kaca mata hitam pada siang hari. Gunakan yang benar-benar dapat menghambat sinar matahari/sinar ultra violet. Selain dapat menjaga agar mata tidak terganggu, juga menjaga kulit dahi tidak mengkerut.
2. Makanan dan minuman
  • Makanlah makanan yang bergizi dan hangat (susu, madu, buah-buahan, sayur-sayuran)
  • Minumlah vitamin untuk menjaga staMina. Terutama vitamin C, E dan antioksida seperti beta karoten yang mencegah warna dan struktur kulit tetap baik. Apabila biasa mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran dalam jumlah yang cukup maka cukuplah asupan vitamin tersebut dari makanan.
  • Minum 5-6 liter perhari atau 1gelas tiap jam, lebih baik bila berupa jus. Selain untuk menjaga kesehatan badan secara umum juga menjaga kelembaban kulit.
B. PERAWATAN KESEHATAN KULIT KETIKA HAJI - UMROH

Prinsip penjagaan kesehatan kulit selama melaksanakan ibadah haji sama dengan perawatan pada umumnya, hanya saja karena kondisi alamnya lebih kering maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini:

1.    Pelembaban
Pelembab diperlukan agar air yang ada didalam kulit tidak menguap. Diperhatikan terutama di Madinah, dimana kelembaban udara sangat rendah sehingga bila kulit tidak dilembabkan akan timbul kulit kering, bersisik, gatal, dan kadang-kadang sampai pecah-pecah dan berdarah. Carilah pelembab / body lotion yang mengandung AHA, UREA, LANOLIN/EUCERIN.
Gunakan pelembab setiap saat atau saat kulit terkena air sehabis mandi, wudhu, buang air besar/kecil. Paling baik sediakan pelembab/body lotion di kamar mandi sehingga bisa langsung dioleskan. Jangan menunggu kulit terasa kering atau mulai gatal.
Oleskan pada seluruh tubuh (wajah, lengan, badan, kaki), tidak hanya pada bagian yang terbuka saja. Beri perhatian ekstra pada bagian tumit. Pelembab atau krim kaki dioleskan sambil dipijat-pijat agar pelembab meresap ke dalam kulit. Pelembab yang kurang akan berakibat kering, keriput, dan bila dibiarkan terus akan menjadi sumber gatal-gatal kulit.

 2.    Proteksi (Tabir Surya/Sunscreen/Sunblock)
Matahari di Arab Saudi sebenarnya sama dengan matahari Indonesia, tetapi karena di sana terdapat banyak hamparan pasir, batu dan rumah/gedung berwarna putih maka pantulan sinar matahari sangat banyak.
Tabir surya diperlukan agar kulit tidak terbakar atau timbul hiperpigmentasi. Biasanya para wanita mengeluh kulitnya tambah gelap atau vlek-vleknya bertambah setelah pulang haji. Sinar matahari memang merangsang pembentukan pigmen kulit. Pigmen sebenarnya berguna untuk melindungi kulit dari efek jelek sinar matahari.
Sinar matahari yang perlu diwaspadai adalah antara jam 09.00-15.00, sehingga pada jam-jam tersebut sebisa mungkin tidak berada dibawah terik matahari. Tetapi apabila kita memang harus keluar dan terpapar sinar matahari sebaiknya kulit yang terbuka diolesi tabir surya dengan kekuatan SPF 15 (sun protecting factor) atau lebih.
Yang dimaksud dengan SPF adalah beberapa kali lebih lama suatu bahan dapat menghambat kemerahan pada kulit saat terpancar sinar matahari. Jadi, kalau suatu krim mempunyai SPF 15 maka krim tersebut dapat menghambat sampai 15 kali lebih lama terjadinya kemerahan pada kulit. Karena tabir surya hanya bertahan 5 jam, maka apabila kita berada di luar pondokan lebih dari 5 jam dianjurkan tabir surya dioles ulang. Demikian pula bila kita membasuh muka/wudhu, tabir surya harus dioles ulang.

 3.    Pembersihan (Mandi+Sabun)
Karena udara di Arab Saudi sangat kering, maka kita jarang berkeringat. Jadi walaupun terasa panas karena jarang berkeringat tidak perlu terlalu sering mandi. Mandi cukup 1-2 kali sehari. Mandi berlebihan dan dengan menggunakan sabun justru akan mengeringkan kulit.

Gunakan  sabun  yang  tidak  alkalis, carilah  yang mempunyai pH sesuai pH kulit dan lebih baik lagi bila mengandung pelembab (biasanya sabunnya tidak banyak busa). Di Indonesia sering dianjurkan membawa sabun ijo yang tidak wangi pada saat menggunakan pakaian ihram di Arafah maupun di Mina. Namun Kami tidak menganjurkan menggunakan sabun tersebut.

Mandilah dengan sabun sesaat sebelum menggunakan pakaian ihram dan pada saat masih menggunakan pakaian ihram dan ingin mandi, tidak usah menggunakan sabun, cukup dibilas saja.

Pelembab dan sunblok bisa dibawa dari Indonesia, tetapi di Arab Saudi bisa didapatkan pelembab dan sunblok import dengan harga jauh lebih murah bila dibandingkan membeli di Indonesia.


Cara Thawaf dan Do'a Thawaf

Pengertian Thawaf
Thawaf artinya: Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali di mana posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jama’ah. Diawali dan diakhiri sejajar dan searah dengan Hajar Aswad. Karena posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jama’ah, berarti orang yang thawaf berputar (mengelilingi) Ka’bah pada posisi berlawanan arah jarum jam.
Tawaf ada 4 macam, yaitu :
  1.  Thawaf Qudum
  2.  Thawaf Ifadhah
  3.  Thawaf Sunnah 
  4.  Thawaf Nadzar
  5.  Thawaf Wada'
  1. Thawaf Qudum ialah: thawaf selamat datang, yang dikerjakan ketika baru datang di kota Mekah bilamana tidak dikerjakan hajinya tetap sah, karana hukumnya sunnah. 
  2. Tawaf Ifadhah ialah: tawaf yang termasuk rukun haji, bilamana tidak dikerjakan maka hajinya tidak sah karana hukumnya wajib.
  3. Tawaf sunah ialah; tawaf yang bila dikerjakan mendapat pahala dan bila tidak dikerjakan tidak berdosa.
  4. Thawaf Nadzar ialah; Thawaf yang dilakukan karena punya nadzar.
  5. Tawaf wada' ialah: sebagai tawaf pamitan, (tawaf selamat tinggal) tawaf yang dikerjakan ketika akan meninggalkan kota Mekah, sedangkan hukumnya wajib, jika tidak mengerjakan maka harus membayar Dam.
Bagi jama’ah yang belum melakukannya, belum boleh meninggalkan Mekah, Bila yang sudah mengerjakan maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram.
Adapun tata cara Thawaf Wada' sbb: 
  1. Tawaf wada’ dilakukan sesaat sebelum  meninggalkan makkah.
  2. Sama seperti tawaf umroh, tawaf wada’ juga dilakukan sebanyak 7 putaran, mulai dari hajar aswad dan berakhir dihajar aswad pula
  3. Yang membedakan antara Tawaf wada’ dengan tawaf umroh adalah niatnya. 
  4. Tawaf wada’tidak menggunakan ihram. Tapi tetap harus dalam keadaan wudlu’. 
  5. Bacaan dalam tawaf wada’ sama dengan bacaan tawaf lainnya. 
  6. Setelah selesai tawaf, sangat dianjurkan untuk berdoa di depan Multazam. Pada intinya,doa yang diucapkan berisi antra lain, mohon ampunan dari allah, bersyukur kepada allah bahwasanya kita sudah diberi kesempatan mengunjungi rumahnya, memohon kepada allah agar kunjungan kita ini bukan kunjungan yang terakhir dan kita mohon agar diundang lagi oleh-nya. Kita juga dapat berdoa agar allah juga mengundang keluarga, sahabat, kenalan kita yang lain. Akhirnya ki a mohon agar diberi keselamatan di perjalanan hingga sampai dirumah lagi. 
  7. Selesai berdoa, langsung kita keluar dari Mesjidil Haram dan jika dapat, tidak usah lagi menoleh kebelakang. 
  8. Setelah tawaf wada, tidak boleh lagi melakukan aktifitas yang “berat” seperti misalnya belanja lagi, atau tidur lagi di hotel atau bahkan masuk lagi ke mesjid haram. 
  9. Bagi wanita yang sedang haid dan tidak/belum berhenti, karena tidak bisa masuk mesjid, dianjurkan agar berdiri dihalaman mesjid dan usahakan melihat kabah dari luar, kemudian  membaca do’a. Untuk ini mintalah diantar oleh pembimbing atau mutawif.
Masuk Masjidi Al-Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid:

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik
(Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).

Lalu Menuju ke Hajar Aswad, untuk memulahi Thawaf. Pada setiap awal putaran (pertama s/d ketujuh), berdiri menghadap Hajar Aswad dengan seluruh badan atau miring (sebagian badan) atau menghadap muka saja sambil mengangkat tangan dan membaca :
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ
Lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya,lalu mencium tangan yang mengusap hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat.

A. Do'a Masuk Putaran 1 s/d 7

Do’a putaran ke- 1, di baca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamai.
سُبْحَان اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللّهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ وَتَصْدِيْقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيـِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّا ئِمَةَ فىِ الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ والنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ
Subhanallahi wal-hamdulillahi wa laa ilaaha illallahu wallahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billahil-'aliyyil 'azhiim, wash-shalaatu was-salaamu 'alaa rasuulillahi shalla-Llahu 'alaihi wa sallam. Allahumma imaanan bika watashdiiqan bi kitaabika wat-tibaa'an lisunnati nabiyyika Muhammadin shallahu 'alaihi wa sallam. Allhumma inni as-alukal-'afwa wal-'aafiyata wal-mu'aafaatad-daaimata fid-diini wad-dunyaa wal-aakhirah wal-fauza bil-jannati wan-najaata minan-naar.
" Maha suci Allah, segala puji bagi Allah. Tiada daya (untuk memperoleh manfa'at) dan tiada kemampuan (untuk menolak bahaya) kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung. Salawat dan salam bagi Rasulullah SAW. Ya Allah, aku thawaf karena beriman kepada-Mu dan membenarkan kitabMu dan memenuhi janjiMu dan mengikuti sunnah NabiMu Muhammad SAW. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu ampunan, kesehatan dan perlindungan yang kekal dalam menjalankan agama, di dunia dan akhirat, dan beruntung memperoleh surga dan terhindar dari siksa neraka".
Pada setiap kali sampai di ruku Yamani mengusap nya atau bila tidak mungkin maka mengangkat tangan tanpa di kecup sambil mengucap:
 بِسْمِ الله الله اَكْبَرْ
Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَاَدْ خِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ. يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Robbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan waqinaa 'adzaaban-naar,Wa adkhilnal-jannata ma'al-abraar, yaa 'aziiz yaa ghoffaar yaa robbal-'aalamiin.
""  Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka".
"Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam".
Do’a putaran ke-2, di baca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani
اَللّهُمَّ إِنَّ هَذَا الْبَيْتَ بَيْتُكَ وَالْحَرَمَ حَرَمُكَ وَالاَمْنَ أَمْـنُكَ وَالْعَبْدَ عَبْدُكَ وَأَناَ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَهَذَا مَقَامُ العَائِذِبِكَ مِنَ النَّارِ فَحَرِّمْ لُحُوْمَنَا وَبَشَرَ تَنَا عَلَى النَّارِ.
اللّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ. اللّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ، اللّهُمَّ ارْزُقْنِيَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Allahumma inna haadzal-baita baituka wal-harama haramuka wal-amna amnuka wal-'abda 'abduka wa anaa 'abduka wa-bnu 'abdika wa haadzaa maqaamul-'aaidzi bika minan-nnaar, faharrim luhuumanaa wa basyaratanaa 'alan-naar. Allahumma habbib ilainal-iimaan wa zayyinhu fii quluubinaa, wa karrih ilainal-kufra wal-fusuuqa wal-'ishyaan waj'alnaa minar-raasyidiin. Allahumma qinii 'adzaabaka yauma tab'atsu 'ibaadaka, Allahumma rzuqnil-jannata bighairi hisaab.
"  Ya Allah, sesungguhnya Bait ini adalah Bait-Mu, tanah mulia ini tanahMu, negeri aman ini negeriMu, hamba ini hambaMu, anak dari hambaMu, dan tempat ini adalah tempat orang berlindung kepadaMu dari siksa neraka, maka haramkanlah daging dan kulit kami dari siksa neraka. Ya Allah, cintakanlah kami pada iman dan biarkanlah ia menghiasi hati kami, tanamkan kebencian pada diri kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka, serta masukkanlah kami kedalam golongan orang yang mendapat petunjuk. Ya Allah, lindungilah aku dari 'azabMu di hari Engkau kelak membangkitkan hamba-hambamu. Ya Allah, anugerah-kanlah surga kepadaku tanpa hisab".
Diantara Rukun Yamani Dan Hajar Aswad, membaca :
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَاَدْ خِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الأَبْرَارِ. يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Robbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban-naar. Wa adkhilnal-jannata ma'al-abraar, yaa 'aziiz yaa ghoffaar yaa robbal-'aalamiin.

"  Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka. Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam".
Do’a putaran ke-3, di baca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani.
اللّهُمَّ إِنِيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الشَّكِّ وَالشِّرْكِ وَالشِّقَاقِ وَالنِّفَاقِ وَسُوْءِ اْلأَخْلاَقِ وَسُوْءِ الْمَنْظَرِ وَالْمُنْقـَلَبِ فىِ الْمَالِ وَاْلأَهْلِ وَالْوَلَدِ. اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةُ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ. اللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ.
Allahumma innii a'uudzu bika minasy-syakki wasy-syirki wasy-syiqaaqi wan-nifaaqi wa suuil-akhlaaqi wa suuil-manzhari wal-munqolabi fil-maali wal-ahli wal-waladi. Allahumma innii a'uudzu bika min fitnatil-qobri wa a'uudzubika min fitnatil-mahyaa wal-mamaati.

" Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari keraguan, syirk, pertengkaran, kemunafikan, buruk budi pekerti dan penampilan serta efek yang buruk dalam harta benda, keluarga dan keturunan. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu keridhoanMu dan surga. Dan aku berlindung daripada murkaMu dan siksa neraka. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah kubur, dan aku berlindung kepadaMu dari fitnah kehidupan dan derita kematian".
Diantara Rukun Yamani Dan Hajar Aswad membaca:
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَاَدْ خِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ. يَاعَزِيْزُيَا غَفَّارُيَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Robbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban-naar. Wa adkhilnal-jannata ma'al-abraar, yaa 'aziiz yaa ghoffaar yaa robbal-'aalamiin.

"  Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka". "Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam".
Do’a putaran ke 4, di baca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani.
اللّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلاً صَالِحًا مَقْبـُولاً وتِحَارَةً لَنْ تَبُوْرَ. يَاعَالِمَ مَافِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنِيْ يَا اللهُ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ. اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْـِفرَتِكَ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ. ربِّ قَنِّعْنِيْ بِمَا رَزَقْتَنِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَنِيْ وَاخْلُفْ عَلَيَّ كُلَّ غَائِبَةٍ لِيْ مِنْكَ بِخَيْرٍ.
Allahumma j'alhu hajjan mabruuran, wa sa'yan masykuuran, wa dzanban maghfuuran, wa 'amalan shalihan maqbuulan, wa tijaaratan lan tabuura, yaa 'aalima maa fish-shuduuri akhrijnii ya Allah mina zh-zhulumaati ila n-nuuri. Allahumma innii as'aluka muujibaati rahmatika, wa 'azaaima maghfiratika, was-salaamata min kulli itsmin, wal-ghaniimata min kulli birrin, wal-fauza bil-jannati wan-najaati minan-naari. Rabbi qanni'nii bimaa razaqtanii wa baarik lii fii maa a'thaitanii wa akhlif 'alaa kulli ghaaibatin lii minka bikahirin.

"  Ya Allah, karuniakanlah haji yang mabrur, sa'i yang diterima, dosa yang diampuni, amal saleh yang diterima dan usaha yang tidak akan mengalami rugi. Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui apa-apa yang terkandung dalam hati sanubari, keluarkanlah aku dari kegelapan ke cahaya yang terang benderang. Ya Allah aku mohon kepadaMu segala hal yang mendatangkan rahmatMu dan keteguhan ampunanMu, selamat dari segala dosa dan beruntung dengan mendapat berbagai kebaikan, beruntung memperoleh surga, terhindar dari siksa neraka. Tuhanku, puaskanlah aku dengan anugerah yang telah Engkau berikan, berkatilah untukku atas semua yang Engkau anugerahkan kepadaku, dan gantilah apa-apa yang hilang dengan kebajikan dariMu".
Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, membaca :
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَاَدْ خِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ. يَاعَزِيْزُيَا غَفَّارُيَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Robbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban-naar. Wa adkhilnal-jannata ma'al-abraar, yaa 'aziiz yaa ghoffaar yaa robbal-'aalamiin.

"Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka. Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam".
Do’a putaran ke-5, di baca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani.
اَللّهُمَّ أَظِلَّنِيْ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّكَ وَلَابَا قِيَ إِلَّا وَجْهُكَ وَاَسْقِنيْ مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شُرْبَةً هَنِيْئَةً مَرِيْئَةً لَا أَظْمَأُ بَعْدَهَا أَبَدًا. اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَاسَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللّهُمَّ إِنِّيْ أسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَنَعِيْمَهَا وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْفِعْلٍ أَوْعَمَلٍ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّ بُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْفِعْلٍ أَوْعَمَلٍ
Allahumma azhillanii tahta zhilli arsyika yauma laa zhilla illaa zhilluka, wa laa baqiya illaa wajhuka, wa asqinii min haudhi nabiyyika Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallama syurbatan haniiatan mariiatan laa azhmau ba'dahaa abadan. Allahumma innii as'aluka min khairi maa sa'alaka minhu nabiyyuka Muhammadun shallallahu 'alaihi wa sallama, wa a'uudzu bika min syarri ma sta'aadzaka minhu nabiyyuka Muhammadun shallahu 'alaihi wa sallama, Allahumma innii as'aluka l-jannata wa na'iimahaa wa maa yuqorribunii ilaihaa min qaulin aw fi'lin aw 'amalin, wa a'uudzu bika minan-naari wa maa yuqarribunii ilaihaa min qaulin au fi'lin au 'amalin.

"  Ya Allah, lindungilah aku dibawah naungan singgasanaMu pada hari yang tidak ada naungan selain naunganMu, dan tidak ada yang kekal kecuali ZatMu, dan berilah aku minuman dari telaga Nabi Muhammad SAW dengan minuman yang lezat, segar dan nyaman, serta tidak akan merasa haus lagi sesudah itu selamanya. Ya Allah, aku mohon padaMu kebaikan yang dimohonkan oleh NabiMu Muhammad SAW, dan aku berlindung padaMu dari kejahatan yang dimintakan perlindungan oleh NabiMu Muhammad SAW. Ya Allah, aku mohon padaMu surga serta ni'matnya dan apapun yang dapat mendekatkan aku kepadanya baik ucapan, perbuatan maupun pekerjaan, dan aku berlindung padaMu dari neraka serta apapun yang mendekatkan aku kepadanya baik ucapan, perbuatan atau pekerjaan".
Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, membaca :
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَاَدْ خِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ. يَاعَزِيْزُيَا غَفَّارُيَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Robbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban-naar. Wa adkhilnal-jannata ma'al-abraar, yaa 'aziiz yaa ghoffaar yaa robbal-'aalamiin.
"   Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka. Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam".

Do’a putaran ke-6, di baca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani.
اللّهُمَّ إِنَّ لَكَ عَلَيَّ حُقُوْقًا كَثِيْرَةً فِيْمَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَحُقُوْقًا كَثِيْرَةً فِيْمَا بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَلْـقِكَ. اللّهُمَّ مَاكَانَ لَكَ مِنْهَا فَاغْفِرْهُ لِيْ وَمَاكَانَ لِخَلْقِكَ فَتَحَمَّلْهُ عَنِّيْ وَأَغْنِنِى بِحَلاَ لِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَا عَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ يَاوَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ. اَللّهُمَّ إِنَّ بَيْتَكَ عَظِيْمٌ وَوَجْهَكَ كِرَيْمٌ اَنْتَ يَااللهُ حَلِيْمٌ كَرِيْمٌ عَظِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ.
Allahumma inna laka 'alayya huquuqan katsiiratan fii maa bainii wa bainaka, wa huquuqan katsiiratan fii maa bainii wa baina khalqika. Allahumma maa kaana laka minhaa faghfirhu lii, wa maa kaana likhalqika fatahammalhu 'annii, wa aghninii bihalaalika 'an haraamika, wa bi thaa'atika 'an ma'shiyatika, wa bi fadhlika 'amman siwaaka, yaa waasi'a l-maghfirah. Allahumma inna baitaka azhiimun, wa wajhaka kariimun, wa anta ya Allahu kariimun, 'azhiimun, tuhibbu l'afwa fa'fu 'annii.

"  Ya Allah, sesungguhnya Engkau mempunya hak yang banyak sekali atas diriku dalam hubungan antara aku dengan Mu. Dan Engkau juga mempunya hak yang banyak sekali dalam hubungan antara aku dengan makhlukMu. Ya Allah, apa yang menjadi hakMu atas diriku, maka ampunilah aku. Dan apa saja yang menjadi hak makhlukMu atas diriku, maka tanggungkanlah dariku. Cukupkanlah diriku dengan rizkiMu yang halal, terhindar dari yang haram. Dan dengan ta'at kepadaMu, terhindar dari kemaksiatan. Dan dengan anugerahMu terhindar daripada mengharap dari selain daripadaMu, wahai Tuhan Yang Maha Luas pengampunanNya. Ya Allah, sesungguhnya rumahMu ini agung, ZatMu pun sungguh mulia, dan Engkau ya Allah, Maha Penyabar, Maha Pemurah dan Maha Agung, Engkau suka memberi ampun, maka ampunilah aku."
Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, membaca
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَاَدْ خِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ. يَاعَزِيْزُيَا غَفَّارُيَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Robbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban-naar. Wa adkhilnal-jannata ma'al-abraar, yaa 'aziiz yaa ghoffaar yaa robbal-'aalamiin.

"   Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka. Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam".
Do’a putaran ke-7, di baca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani.
اللّهُمَّ إِنِّيْ أسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَا مِلًا وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَحَلَالًا طَيِّبًا وَتَوْبَةً نَصُوْحًا وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ بِرَ حْمَتِكَ يَاعَزِيْزُ تَاغَفَّارُ. رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا وَاَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِيْنَ.
Allahumma inni as'aluka iimaanan kaamilan wa yaqiinan shodiqon wa rizqon waasi'an wa qolban khaasyi'an wa lisaanan dzaakiran wa halaalan thayyiban wa taubatan nashuuhan, wa taubatan qobla l-mauti wa raahatan 'inda l-mauti wa maghfiratan wa rahmatan ba'da l-mauti wal 'afwa 'inda l-hisaabi wal fauza bi l-jannati wan najaati minan-naari bi rahmatika yaa 'aziizu yaa ghoffaaru. Raabi zidnii 'ilman wa alhiqnii bish-shaalihiin.

"  Ya Allah, aku mohon kepadaMu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rizki yang luas, hati yang khusyu', lidah yang selalu berdzikir, rizki yang halal dan baik, taubat yang diterima, taubat sebelum mati, ampunan dan rahmat sesudah mati, ampunan ketika dihisab, keberuntungan memperoleh surga dan selamat dari neraka, dengan kasih sayangMu, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengampun. Tuhanku, berilah aku tambahan ilmu pengetahuan dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh"..
Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, membaca :
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَاَدْ خِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ. يَاعَزِيْزُيَا غَفَّارُيَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Robbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban-naar. Wa adkhilnal-jannata ma'al-abraar, yaa 'aziiz yaa ghoffaar yaa robbal-'aalamiin.
 "   Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka. Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam".
B. Do'a Sesudah Thawaf (di Multazam)

Setelah selesai 7 kali putaran Tawaf, bergeserlah sedikit ke kanan dari arah sudut Hajar Aswad menghadap bagian dinding Ka’bah yang di sebut Multazam, dan berdo’a sesuai harapan/keinginannya dengan bahasa apapun.

Salah satu do’a di Multazam yang dianjurkan adalah sbb:
اللّهُمَّ يَارَبَّ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ اَعْتِقِ رِقَابَنَا وَرِقَابَ ابَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَإِخْوَانِنَا وَأَوْلاَدِنَا مِنَ النَّارِ يَاذَا الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ وَالْفَضْلِ وَالْمَنِّ وَالْعَطَاءِ وَالْاِحْسَانِ. اَللَّهُمَّ اَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الْأُمُوْرِ كُلِّهَا وَاَجِرْنَامِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الاَْخِرَةِ. اَللَّهُمَّ اِنِّيْ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَاقِفٌ تَحْتَ بَابِكَ مُلْتَزِمٌ بِأَعْتَابِكَ مُتَذَلِّلُ بَيْنَ يَدَيْكَ أَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَاَخْشَى عَدَابَكَ ياَقَدِيْمَ اْلِإحْسَانِ. اَللَّهُمَّ اِنِّيْ أَسْأَلُكَ اَنْ تَرْفَعَ ذِكْرِيْ وَتَضَعَ وِزْرِيْ. وَتُصْلِحَ اَمْرِيْ وَتُطَهِّرُ قَلْبِيْ وَتُنَوِّرَ لِيْ فِيْ قَبْرِيْ وَتَغْفِرَلِيْ ذَنْبِيْ وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ اْلعُلىَ مِنَ اْلجَنَّةِ.
Allahumma yaa robbal-baitil-'atiiq, a'tiq riqaabanaa wa riqaaba aabaainaa wa ummahaatinaa wa ikhwaaninaa wa-aulaadinaa minan-naar, yaa dzal-juudi wal-karami wal-fadhli wal-manni wal-'athaai wal-ihsaani. Allahumma ahsin 'aaqibatanaa fil-umuuri kullihaa, wa ajirnaa min khizyi d-dunyaa wa adzaabi l-aakhirati. Allahumma inni 'abduka wa bnu 'abdika, waaqifun tahta baabika, multazimun bi a'taabika, mutadzallilun baina yadaika arjuu rahmataka wa akhsyaa adzabaka, yaa qadiimal-ihsaan. Allahumma innii as'aluka an tarfa'a dzikrii wa tadha'a wizrii wa tushliha amrii wa tuthahhira qalbii wa tunawwira lii fii qabrii wa taghfira lii dzanbii wa as'alukad-darajaatil-'ulaa minal-jannah.

" Ya Allah, yang memelihara Ka'bah ini, bebaskan diri kami, bapak-bapak dan ibu-ibu kami, saudara-saudara dan anak-anak kami dari siksa neraka, wahai Tuhan yang maha Pemurah, Dermawan, dan yang mempunyai keutamaan, kemuliaan, kelebihan, anugerah, pemberian dan kebaikan. Ya Allah, perbaikilah kesudahan segenap urusan kami dan jauhkanlah dari kehinaan dunia dan siksa akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu, berdiri dibawah pintuMu, menundukkan diri di hadapanMu sambil mengharapkan rahmatMu, kasih-sayangMu, dan takut akan siksaMu. Wahai Tuhan pemilik kebaikan abadi, aku mohon kepadaMu agar Engkau tinggikan namaku, hapuskan dosaku, perbaiki segala urusanku, bersihkan hatiku, berilah cahaya didalam kuburku. Ampunilah dosaku dan aku mohon padaMu martabat yang tinggi didalam surga".
C. Do’a sesudah shalat sunat di belakang Maqam Ibrahim.

Shalat sunat Tawaf di lakukan di belakang Maqam Ibrahim. Bila tidak memunglinkan, maka di lakukan di mana saja asal di dalam Masjidil Haram.

Pada shalat sunat tersebut setelah membaca Fatihah raka’at pertama sebaiknya membaca surat Al-Kafirun dan raka’at kedua setelah Fatihah sebaiknya membaca surat Al-Ikhlas. Sesudah shalat di anjurkan membaca do’a.
Do’a di belakang Maqam Ibrahim:
اللّهُمَّ إِنَكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَا نِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَاعْطِنِيْ سُؤْلِيْ وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذُنُوْبِيْ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ إِلَّامَا كَتَبْتَ لِيْ وَرَضِّنِيْ بِمَا قَسَمْتَهُ لِيْ يَاأَرْحَمَ الرَّا حِمِيْنَ. اَنْتَ وَلِيِّيْ فِى الدُّيْيَا وَالْاَخِرَةِ تَوَفَّنِيْ مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِيْ بِالصَّا لِحِيْنَ اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا فِيْ مَقَامِنَا هَذَا ذَنْبًا اِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَاهَمًّا اِلَّا فَرّّجْتَهُ وَلَا حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا فَيَسِّرْ أُمُوْرَنَا وَاشْرَحْ صُدُوْرَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَاخْتِمْ بِالصَّا لِحَاتِ أَعْمَالَنَا. اللَّهُمَّ تَوُفَّنَا مُسْلِمِيْنَ وَاَحْيِنَا مُسْلِمِيْنَ وَأَلْحِقْنَا بِالصَّا لِحِيْنَ غَيْرَ خَزَايَا وَلاَ مَفْتُوْنِيْنَ.
Allahumma innaka ta'lamu sirri wa 'alaaniyatii faqbal ma'dziratii wa ta'lamu haajatii fa'thinii su'lii wa ta'lamu maa fii nafsii faghfir lii dzunuubii. Allahumma inii as'aluka iimaanan daa'iman yubasyiru qalbii, wa yaqiinan shaadiqan hattaa a'lamu annahuu laa yushiibunii illaa maa katabta lii waraddlinii bimaa qosamtahulii yaa-arhamarrohimin, Anta waliyyii fid-dunyaa wal-aakhirah, tawaffanii musliman wa alhiqnii bish-sholihiin. Allahumma laa tada' lanaa fii maqaaminaa haadzaa dzanban illaa ghafartahu wa laa hamman illaa farrajtahu, wa laa haajatan  illaa qadhaitahaa wa yassartahaa, fa yassir umuuranaa, wasyrah shuduuranaa, wa nawwir quluubana, wakhtim bish-shoolihaati a'maalanaa. Allahumma tawaffanaa muslimiina wa-ahyinaa muslimiinaa  wa alhiqnaa bish-shoolihiina ghaira khazaayaa wa laa maftuuniin".

"  Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui rahasiaku yang tersebunyi dan amal perbuatanku yang nyata, maka terimalah ratapanku. Engkau Maha Mengetahui keperluanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau Maha Mengetahui apapun yang terkandung dalam hatiku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah, aku mohon padaMu iman yang tetap melekat terus di hati, keyakinan yang sungguh-sungguh sehingga aku mengetahui bahwa tiada suatu yang menimpaku kecuali yang telah Engkau tetapkan bagiku, rela menerima apa yang telah Engkau bagikan kepadaku. Engkaulah Pelindungku di dunia dan akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan masukkanlah kedalam orang-orang yang saleh. Ya Allah, janganlah Engkau biarkan di tempat kami ini suatu dosa kecuali Engkau ampuni, tiada kesusahan hati kecuali Engkau lapangkan, tiada suatu hajat kecuali Engkau penuhi dan mudahkan, maka mudahkanlah segenap urusan kami dan lapangkanlah dada kami, terangilah hati kami dan sudahilah semua amal kami dengan amal yang saleh. Ya Allah, matikan kami dalam keadaan muslim, hidupkanlah kami dalam keadaan muslim dan masukkanlah kami kedalam golongan orang-orang yang saleh, tanpa kenistaan dan fitnah".
Lalu disunnahkan minum air Zam Zam.

D. Do'a Waktu Minum Air Zam-Zam
اَللَّهُمَّ إِنِيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَمٍ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Allahumma inni as-aluka 'ilman naafi'an wa rizqon waasi'an wa syifaa-an min kulli daa-in wa saqamin birohmatika yaa arhamar-roohimiin.

"  Ya Allah, aku mohon padaMu ilmu pengetahun yang bermanfaat, rizqi yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit dan kepedihan dengan rahmatMu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap pengasih".
E. Do'a Sesudah Salat Sunat Mutlak Di Hijir Ismail
اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبِّي لاَإِلَهَ اِلاَّاَنْتَ خَلَقْتَنِى وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَاعَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ. أَعُوْدُبِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَاَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرَ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ بِهِ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ وَأَعُوْذُوبِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَالِحُوْنَ
Allahumma anta rabbi laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatho'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu-u laka bini'matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahuu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta. Allahumma inni as-aluka min khairi maa sa-alaka bihi 'ibaaduka sh-sholihuun, wa a'uudzu bika min syarri masta'aadzaka minhu 'ibaadukash-sholihuun.
"  Ya Allah, Engkaulah Pemeliharaku, tiada tuhan selain Engkau yang telah menciptakan aku, aku ini hambaMu dan aku terikat pada janji dan ikatan padaMu sejauh kemampuanku. Aku berlindung padaMu dari kejahatan yang telah kuperbuat, aku akui segala nikmat dariMu kepadaku, dan aku akui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau sendiri. Ya Allah, aku mohon padaMu kebaikan yang diminta oleh hamba-hambaMu yang saleh, dan aku berlindung padaMu dari kejahatan yang telah dimintakan perlindungan oleh hamba-hambaMu yang saleh".
Selesailah sudah rangkaian thawaf .

Kemudian lakukan Sa'i

 
UMROH HEMAT 2016 U$D.2.000 BERANGKAT MARET 2016